Moral Ekonomi Manusia Bugis

Jual buku Moral Ekonomi Manusia Bugis — Pengarang:  Andi Ima Kesuma, Penerbit: Rayhan Intermedia, Ukuran: 14,5 x 21 cm, Tebal:  212 hlm (xii + 190). [Dikirim dari Kota Makassar]

Sinopsis Buku:

Manusia Bugis dan warisan budayanya adalah dua hal maha sexi yang pantas dilirik sebagai sasaran bidik telaah ilmiah. Tidak heran jika perihal kebugisan, selalu mengundang hasrat intelektual banyak peneliti untuk menjamahnya. Dengan demikian, wajar jika berbagai literatur yang memilih wacana Bugis sebagai unit analisis menempati tempat penting dalam dunia perbukuan hingga kini.

Buku ini menguraikan tentang jiwa dan semangat kewirausahaan orang Pammana Wajo yang dihubungkaitkan dengan latar belakang dan filosofi Bugis. Sebut saja ungkapan “siri’-emmi rionroang ri lino” (hanya siri saja yang menjadi modal untuk hidup di dunia), dianggap sebagai energi penyemangat dalam segala aktivitas dan tindakan manusia yang telah mengantar orang-orang Bugis meraih sukses dalam hidup. Demikian pentingnya hal ini sehingga pengingkaran terhadapnya dianggap telah menghianati makna dan nilai-nilai subststansial ke-Bugis-an. Dalam pandangan orang Bugis Pammana, hakekat hidup atau eksistensi seseorang sangat ditentukan oleh implementasi siri’ dan seberapa giat usaha yang dilakukan sehingga dapat hidup mapan. Karena itu, ada ungkapan yang mengandung makna filosofi yang dalam yakni ”resopa temmangingi la letei pammase dewata” (hanya usaha sungguh-sungguh atau kerja keras yang mendapat pertolongan dari yang maha kuasa).

Implementasi makna falsafah ini, tampak dalam berbagai aktivitas usaha dengan menjadikan rekan seetnik sebagai partner usaha. Karena itu, tidak heran jika asal-usul, adat-istiadat, dialek (budaya), dan simbol suku lainnya kerap dijadikan pertimbangan utama dalam menjalin kerjasama. Pertimbangan ini, tidak hanya dilatari oleh alasan keluarga/kerabat, tetapi karakter etnik lebih merupakan dasar terjalinnya jaringan usaha. Di sisi lain diakui bahwa pertalian antara filosofis dan transformasi sosial budaya dengan kewirausahaan orang Pammana Wajo, telah menjadi fenomena dalam masyarakat yang mencerminkan terjadinya gerak menurun dalam wirausaha dan kewirausahaan di Sulawesi Selatan. Karena itu,  diperlukan upaya yang sistematis dan berkelanjutan untuk mempertahankan eksistensinya di masa mendatang.

 

Rp 55.000